Perempuan RI Lebih Suka Nyemil Kue Saat Lebaran, Studi Ungkap Alasannya
Sebuah studi terbaru mengungkap perempuan Indonesia cenderung lebih sering mengonsumsi kue kering dibanding hidangan utama seperti opor dan rendang saat Lebaran.
Tradisi Lebaran di Indonesia identik dengan hidangan berat seperti opor ayam dan rendang yang tersaji di meja makan. Namun, sebuah studi terbaru justru menemukan fakta menarik: perempuan Indonesia lebih sering âmenyerbuâ kue kering ketimbang menyantap menu utama tersebut.
Temuan ini menunjukkan adanya pola konsumsi yang berbeda selama momen Hari Raya. Kue-kue seperti nastar, kastengel, hingga putri salju ternyata menjadi pilihan yang lebih sering dinikmati, khususnya oleh perempuan. Fenomena ini tidak sekadar soal selera, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan sosial selama Lebaran.
Dalam suasana silaturahmi, aktivitas makan sering kali dilakukan sambil berbincang. Kue kering yang praktis dan mudah disantap tanpa harus duduk di meja makan menjadi pilihan yang lebih fleksibel. Hal ini membuat konsumsi kue meningkat, terutama bagi tamu yang datang dan tidak selalu dalam kondisi lapar.
Selain itu, faktor porsi juga berperan. Hidangan seperti opor dan rendang cenderung berat dan mengenyangkan, sehingga tidak selalu dikonsumsi berulang kali dalam sehari. Sebaliknya, kue kering hadir dalam ukuran kecil yang membuat seseorang bisa makan berkali-kali tanpa terasa sudah mengonsumsi banyak.
Dari sisi psikologis, ngemil juga kerap menjadi bentuk ârewardâ atau cara menikmati momen santai. Perempuan, dalam banyak studi perilaku konsumsi, diketahui lebih sering melakukan emotional eating atau makan sebagai bagian dari pengalaman sosial dan emosional.
Meski demikian, para ahli mengingatkan agar konsumsi kue tetap dikontrol. Kandungan gula dan lemak yang tinggi pada kue kering berpotensi meningkatkan asupan kalori secara signifikan jika dikonsumsi berlebihan. Apalagi, tanpa disadari, kebiasaan ngemil bisa berlangsung sepanjang hari selama masa Lebaran.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa pola makan saat hari raya perlu tetap dijaga. Menikmati hidangan khas Lebaran sah-sah saja, namun keseimbangan tetap penting agar momen kebersamaan tidak berdampak pada kesehatan.



